Hawa adalah Wanita Perkasa
sepoi angin ketika malam
tak lagi berujung
cahaya terang ketika siang
tiada benderang
di sudut kata ingin aku berkata
lalu dibalik bayang mulai
Bersuara
Kau hanya Wanita
tak berdaya mengubah asa
menjadi suka
hanya pelengkap
Hawa
dalam begini adanya
Aku hiraukan saja bayang maya
yang terdiam memabukkan
dengan sejuta keindahan kata kata
hingga terhipnotis tanpa peduli
Hawa tidak sekedar pelengkap
Hawa tidak sekedar Wanita
karena Hawa adalah Nyawa
Penerang kegelapan
juga Jendela dunia
Senin, 30 April 2012
Jumat, 13 April 2012
Sajak Putih
Kalau air adalah Aku
dalam bak haruslah terisi olehku
penuh menggenang
menimang
tubuh kembali memutih
itulah Aku
menghitung embun
di setiap tetes nyawa
di sela sela pintu menerpa
memasuki ranah jiwa
menghanyutkan rona penyiksa
Minggu, 01 April 2012
Kau atau Aku
Haruskah kubunuh
kugantung kuracuni atau
kulenyapkan saja Dia
hingga tiada lagi mantra mantra
yang membuat robekan itu
terasa jelas
kuhitung beberapa jejak langkah
ketika bersama
kala memaksa hujan
untuk tiada bertahan
menghitung kilatan petir
menjadikannya iringan pengganti
Kau menyuruhku bertahan tapi
kau membuatku tak betah
kau menyuruhku meluruskan hati tapi
kau malah mematahkannya
kau menyuruhku menyambung tali pati tapi
kau malah memutuskannya
Manusiaku
Kau atau Aku
dalam sajak sajak tadi
Cie Ning N.H
Maret 2012
kugantung kuracuni atau
kulenyapkan saja Dia
hingga tiada lagi mantra mantra
yang membuat robekan itu
terasa jelas
kuhitung beberapa jejak langkah
ketika bersama
kala memaksa hujan
untuk tiada bertahan
menghitung kilatan petir
menjadikannya iringan pengganti
Kau menyuruhku bertahan tapi
kau membuatku tak betah
kau menyuruhku meluruskan hati tapi
kau malah mematahkannya
kau menyuruhku menyambung tali pati tapi
kau malah memutuskannya
Manusiaku
Kau atau Aku
dalam sajak sajak tadi
Cie Ning N.H
Maret 2012
Langganan:
Komentar (Atom)


