Jumat, 13 April 2012

Sajak Putih

Kalau air adalah Aku
dalam bak haruslah terisi olehku
penuh menggenang
menimang
tubuh kembali memutih

itulah Aku
menghitung embun
di setiap tetes nyawa
di sela sela pintu menerpa
memasuki ranah jiwa
menghanyutkan rona penyiksa

Minggu, 01 April 2012

Kau atau Aku

Haruskah kubunuh
kugantung kuracuni atau
kulenyapkan saja Dia
hingga tiada lagi mantra mantra
yang membuat robekan itu
terasa jelas
kuhitung beberapa jejak langkah
ketika bersama
kala memaksa hujan 
untuk tiada bertahan
menghitung kilatan petir
menjadikannya iringan pengganti


Kau menyuruhku bertahan tapi
kau membuatku tak betah
kau menyuruhku meluruskan hati tapi
kau malah mematahkannya
kau menyuruhku menyambung tali pati tapi
kau malah memutuskannya
Manusiaku
Kau atau Aku
dalam sajak sajak tadi








Cie Ning N.H
Maret 2012

Rabu, 14 Maret 2012

lagi lagi Manusiaku

Tak Lagi

tak lagi rajutan benang ini
menguasai hati meramu kata
hingga tak peduli
kenapa dulu kau suguhkan
melodi melodi bernadakan
suara begitu bararti
kalau saat ini benang itu tiada
terjamah lagi
tentu bukan ilusi atau bahkan
jaritan kaki kala terinjak oleh
duri
benar..
terinjak duri, seperti itulah
bayangan selama ini
merasuk mencabik cabik urat nadi
hingga nafas tak terisi
temanku di pinggir jelaga
berkata
"Wahai saudaraku pertebal
matamu acuhkan rayuanmu
kencangkan nyawamu"
karena mulai detik ini
tak lagi
    Manusiaku hanayalah ilusi


Rabu, 29 Februari 2012

Memperkosa Malam

Manusiaku II

kerling suara malam tadi membisingkam hatiku
ketika kerlip bintang menyapa
mengadu kata menjadi nyata
menghitung gedung gedung
di antara cahaya terang
berbisik
berhembus nafas Surga
mendatangkan boneka peraga
debu debu membutakan batinku
lewat Manusiaku
dinding bata membisu
mengarahkan semua pandangan
diujung relung terdalam
tertancap panah sukma
membasahi bola bola penglihatan
menodai sudut sudut tak terlihat
kini kunci iitu terbuka
lewat gembok altar
Pelupuk Mata            





                                                        



Febuari, 2012

Selasa, 28 Februari 2012

Manusiaku I

Sajak sajak tertoreh
dalam goresan tinta
di atas lembaran lembaran kitab
cerita buta
tapi kini mulai kering sudah
yang ada patahan patahan luka
dendangan lama tetap
berdengung
lalu kenapa

masih saja ruang kosong terisi
guratan suaramu
gambaran lagumu
pekikan senyumu
pancaran terang cahaya matamu

kini lelah sudah
tiada hembusan nafas untuk dirimu
tabung oksigen tak lagi buatmu
entah sampai kapan
Manusiaku ini sajak pertama

Untukmu

Selasa, 21 Februari 2012

Teraling Sukma

Di balik pintu batu menganga
memuntahkan semua kuasa
asa mendulang masa berhenti
tanpa menoleh kemana sisi mata
menata tanpa ada pelita

lalu dengan apa suara bercerita
menyaksikan saja bibir ini
enggan menyapa
memutarkan nada menjadi                                    
irama tak bernyawa

dalam petak ruang bersendawa
memaksa urat urat
mematangkan semua rangkaian
biji raya menerpa kerangka jiwa
mengubah anyir kata dalam
Permata




Febuari, 2012
                                                                              


                                                                            

Sabtu, 18 Februari 2012

Mahbub


Mahbub

Sesuci air mengalir disekujur tubuh
Mengalun mengikuti lafadMu
Merdu membuana
Tertunduk kosong berbalut helaian sutra
Jiwa ini terperangah
Jazad terpaku
Arwah menuju panggilan mu
Bukan sekedar mascot
Lebih hamba yang hina dina

Kalau bisa ikuti kemana aku pergi
Terlalu lancang kotoran busuk
Menempel erat pada lembaran kain
Siapa yang mau
Uraian syair, mantra memujaMu
Tersentuh
Selalu payungi aku     
Rajutan cinta yang menjadi idaman
Berikan padaku

Sesuci putih salju
Itu tak berarti
Sebening embun pagi
Tak pantas bagiMu
Karena maha besar
Besar dari apaun
keagunganMu, pencipta universum